Lebih memilih duduk di dekat jendela kaca
Kali ini bukan jendela kaca yang tiap hari ku tembus batas lihatnya
Kali ini bukan jendela kacayang ku terawang di sela lelah mata memelototi monitor
Bukan jendela kaca yang ketika ku lihat di luar masih gedung itu-itu saja
Bukan jendela kaca yang setiap pagi menyuguhkan pemandangan kedatangan si bos
Kali ini jendela kaca, yang ketika aku melihat keluar menyuguhkan berderet pepohonan
Lalu terkadang berganti dengan berbanjar perumahan
Dan yang menakjubkan kala subuh ini
Aku tersenyum di balik jendela kaca
Berjajar pegunungan dihiasi siluet
(entah warna apa yang membuat mata terpesona)
Di sana, terlihat satu yang kokoh,
Merapi Jogjaku....
Tak tampak dia marah, bahkan terlihat anteng, diam menakjubkan....
At a journey, berjuta keindahan yang dirindukan
Kala itu ''14 November 2010 ba'da subuh"
dalam perjalanan pulangku...
No comments:
Post a Comment